manfaat tidur bersama bayi untuk mental

10 Manfaat Tidur Bersama Bayi Bagi Mental & Fisik Untuk Ibu & Anak

Posted on

10 Manfaat Tidur Bersama Bayi Bagi Mental & Fisik Untuk Ibu & Anak – Ternyata tidak sedikit dari para orang tua yang tidak terpisah dari anaknya. Dan bahkan itu semua sudah mulai berlangsung semenjak si anak masih bayi. Padahal ada manfaat dibalik itu semua. Dari berbagai hasil penelitian yang sudah diterbitkan, terbukti tidur dengan si kecil didalam satu ranjang memiliki banyak sekali keuntungan untuk orang tua. Walaupun demikian para orangtua sering kali memberikan alasan “Keamanan” untuk bayi mereka.

Salah satu manfaatnya ialah bisa membantu attachment parenting(AP) antara si anak dengan orangtuanya. Lalu bagaimana dengan alasan keamanan ? Sebenarnya soal keamanan tidur seranjang tidak perlu diragunakan lagi. Seperti yang diungkapnya oleh dr Hadining, SpA yang dikutip dari nakita.grid.id, “Bahwa ibu memiliki insting untuk tidak menindih anaknya.

Baca Juga : 26 Makanan Penambah Darah Secara Alami

Dan hal ini berbeda dengan suamainya atau anak-anak (kakak misalnya), sehingga mereka tidak disarankan untuk tidur bersama dengan bayi”. Lalu seperti apa saja manfaat tidur bersama bayi ini ? Kali ini Yuklihat.com akan merangkumnya untuk kalian. Silahkan disimak dibawah ini.

Manfaat Tidur Bersama Bayi

manfaat tidur bersama bayi untuk kesehatan

1. Saling mempererat hubungan

Hubungan yang istimewa antara ibu dan si anak bisa terjalin dengan baik karena adanya kedekatan antara mereka berdua. Jarak yang sangat dekat antara anak dan ibu dengan cara tidur berdampingan akan menciptakan sebuah keselarasan. Hal ini dikarenakan posisi bayi dan ibunya saling bertemu muka, dan posisi hidung mereka berduapun saling berhadapan. Dan pada saat si ibu menghembuskan nafas lembutnya akan dirasakan oleh bayi.

Hembusan nafas ini bisa memberikan rangsangan kepada bayi agar lebih teratur dan baik. Posisi tidur dari bayi yang dekat dengan ibunya juga membuat si buah hati menjadi dapat membaui aroma tubuh si ibu dan memperoleh sentuhan hangat yang lebih intens. Selain membuat lebih nyaman dan tenang, hal ini juga menurunkan efek stres pada bayi.

2. Bayi tidur tenang dan lelap

Disaat tidur berdampingan dengan ibunya, bayi akan merasa lebih tenang serta tidur lebih lelap. Kualitas dari tidur si anak menjadi lebih baik dan efeknya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang si bayi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, selama masa tidur semua sel tubuh manusia termasuk juga hati, ginjal, sel otot, tulang sumsu dan juga sel otak akan mengalami pemulihan. Hormon-hormon pun juga lebih aktif untuk diproduksi. Sehingga hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak.

3. Kualitas dan kuantitas tidur ibu akan menjadi lebih baik

Dengan tidur seranjang bersama si kecil, maka ibu bisa dengan segera menenangkan atau bahkan menyusui bayinya terbangun di tengah malam. Pada umumnya ibu akan bisa dengan mudah tertidur kembali disaat mereka berdua bisa menyelaraskan siklus tidur mereka satu sama lainnya. Dengan kondisi ini maka akan menguntungkan bagi ibu karena bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur si ibu itu sendiri.

4. Lebih mudah menyusui

Posisi yang berdekatan dengan si bayi akan membantu ibu dalam mempermudah menyusui si kecil. Bayi yang menyusu saat malam hari juga akan memberikan efek positif terhadap ibu, karena bisa terhindar dari pembengkakan payudara dan berdenyut-denyut. Dan gejala-gejala ini bisa menjadi tanda dari mastitis (infeksi saluran ASI). Tidur bersama dengan bayi akan menguntungkan orangtua yang sedang bekerja, karena akan pada saat inilah satu-satunya momen menjalin kedekatan dengan si bayi, karena siang hari sibuk bekerja.

Baca Juga : 11 Makanan yang Perlu Dihindari Bagi Penderita Diabetes

5. Membantu perkembangan si bayi

Tidur dalam satu ranjang memungkinan bayi bisa tidur dengan pulas dan tenang. Disaat tidur itu bayi akan mengalami masa pertumbuhan yang begitu pesat. Selain itu bayu juga bisa menyusu lebih lama. Pengisapan tambahan ini akan memberikan lebih baik Hindmilk atau ASI belakang yang bisa mengalir dalam waktu 15 menit setelah menyusui. Dan didalam Hindmilk ini memiliki kandungan lemak yang tinggi dan dapat kembali merangsang produksi dari ASI tersebut.

6. Mendorong kemandirian

Biasanya pada umumnya para orangtua percaya bahwa dengan menemani anak tidur it akan membuat nantinya si anak menjadi ketergantungan dan “lengket” dengan orang tuanya. Namun padahal sebaliknya, menurut penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang berbagi tempat tidur dengan orangtuanya.

Mereka sebenarnya sedang mengembangkan sebuah kemandirian yang lebih awal dan nantinya akan lebih kurang membutuhkan terhadap benda-benda pada masa transisi. Misalnya saja seperti harus membawa bantal dan selimut kemanapun mereka pergi. Dan hal seperti ini terhajadi karena mereka tidak kecemasan pada perpisahan.

Seperti yang dijelaskan oleh Dr Jay Gordon, penulis dari “Good Nights: The Happy Parents’ Guide to the Family Bed”. Disaat seseorang anak rutin untuk pergi tidur dengan dewasab atau dengan orang dewasa yang memeluknya, sangat jarang sekali ditemukan kasus bahwa anak mengisap ibu jarinya atau memiliki ketertarikan terhadap obyek yang membuat mereka nyaman.

7. Membangun kepercayaan diri

Anak-anak yang dibesarkan dengan tidur selalu bersama orantunya akan lebih mudah untuk percaya diri. Hal ini karena mereka mengalami lebih sedikit masalah didalam perilaku mereka, termasuk juga untuk tekanan terhadap teman sebayanya. Dibandingkan dengan anak-anak yang tidur yang terpisah dengan orangnya, biasanya akan yang berbagi tempat tidur ini akan lebih cenderung untuk mau berbagi perasaan mereka terutama disaat mereka bahagia, atau kepuasan akan sesuatu yang mereka rasakan.

Baca Juga : 12 Manfaat Bermain Game Untuk Kesehatan

8. Meningkatkan kesehatan mental dan fisik

Secara psikologis anak yang tidur bersama dengan orangtuanya akan bisa berkembang dengan lebih baik. Ahli perenting dan sekaligus dokter anak, yang bernama Dr William Sears menjelaskan bahwa, selama kurang lebih tiga puluh tahun dia mengamatai keluarga yang tidur bersama dengan anak-anak mereka. Dari sana dia menemukan bahwa anak-anak lebih mudah berkembang, dan berkembang disini bukan berarti hanya semakin besar.

Namun juga berkembang potensi anak, baik secara fisik, emosional dan intelektual. Bisa dibilang sentuhan ekstra tersebutlah yang merangsang perkembangan anak, atau mungkin juga dapat pemberian makanan tambahan.

9. Mengurangi resiko gangguan stress da SIDS

Seorang peneliti sekaligus psikiater dari Universitas Havard bernama Michael Commons telah menemukan bahwa bayi yang tidur sendirian cenderung lebih mudah mengalami resiko gangguan stres ataua SIDS. Dan sementara itu anak yang tidur bersama dengan orangtuanya, lebih banyak mengikuti harmonisasi psikologis dari ibu mereka.

Kedekatan yang terjalin antara anak dan ibu bisa mengatur pernapasan si anak, pola gairah, pola tidurnya, suhu tubuh hingga detak jantungnya. Sedangkan bayi yang dibiarkan menangis sendiri justru mengalami peningkatan terhadap kadar hormon stres kortisol yang membuat terjadinya kerusakan pada perkembangan otak.

10. Menjalin kedekatan keluarga

Anak-anak yang dibesarkan dengan menggunakan gaya hidup tidur bersama dengan keluarnya, pada umumnya akan mengembangkan sebuah ikatan yang begitu erat dengan keluar mereka. Selain itu mereka akan melaporkan tentang perasaannya yang berbahagia atau ketertarikan mereka. Dan hal tersebut lebih sering terjadi jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidur sendirian. Tidur bersama-sama juga membuat anggota keluar mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk saling berhububgan dan berbagai kasih sayang satu sama lain.

Baca Juga : 11 Cara Mengatasi Kulit Kering Megelupas Pada Bayi Secara Alami

Manfaat tidur untuk bayi : Berapa lamakah waktu tidur yang ideal ?

manfaat tidur bersama bayi untuk fisik

Durasi dari tidur terbaik untuk bayi sangatlah berbeda-beda. Serta lebih cenderung untuk berkurang disaat usianya yang semakin membesar. Dan berikut ii adalah beberapa panduan waktu tidur bayi yang dibutuhkan oleh mereka, seperti yang dilansirkan oleh WebMD yang dikutip dari id.theasianparent.com, silahkan disimak.

1-4 minggu : 15-16 jam per harinya

Jam biologis dari bayi yang baru lahir biasanya belum bisa terbentuk dengan sempurna. Jadi sangat wajar sekali apabiila bayi kamu sering kali terbangun disaat kamu baru pulang dari rumah sakit. Dan biasanya juga bayi pada usia ini juga sering mengalami masalah pada sistem pencernaan mereka.

Sehingga tidur menjadi tidak nyenyak dan sering terbangun. Sedangkan untuk bayi yang lahir dengan prematur lebih cenderung untuk tertidur sepanjang harinya. Dan jika seandainya bayi masih belum bangun disaat sudah masuk jam minum susu/ASInya, maka kamu bisa mendekap ia dalam pelukan lalu susuilah.

1-12 bulan : 14-15 jam per harinya

Pada sekitar 6 minggu semenjak hari kelahiran, biasanya bayi sudah mulai memiliki kebiasaan tidurnya sendiri. Dan bayi akan lebih sering terjaga pada siang harinya, dan malamnya memiliki waktu tidur yang lebih lama. Namun terkadang dia juga terbangun pada malam harinya untuk minum susu.

Dan pada usia 6 bulan ini bayi biasanya memiliki dua waktu untuk tidur di pagi dan juga siang hari, dimana waktu tidur ini tidak termasuk waktu tidurnya di malam hari. Si kecil akan mendapatkan manfaat tidur secara lebih maksimal dengan cara membentuk kebiasaan tidur ini dengan semakin bertambah usianya.

Baca Juga : 7 Makanan Berserat Untuk Bayi Yang Perlu Diberikan Dalam MPASI

1-3 tahun : 12-14 jam per harinya

Pada tahap ini biasanya balita akan memiliki waktu tidur sekitar 10 jam perharinya dan akan melewati waktu tidur siangnya. Dan walaupun bagaimanapun juga ada perlunya memikirkan tentang manfaat tidur siang bagi perkembangan si buah hati di masa yang akan datang.

Terutama jika dia sudah mulai memasuki usia sekolah. Jika anak memiliki waktu tidur siang sekitar 1-2 jam lamana, maka tidak akan memiliki pengaruh terhadap sore harinya. Dan tentunya dia akan lebih mudah untuk berkonsentrasi pada saat belajar.

Bagaimana jika bayi sulit tidur ?

Bayi yang mengalami penolakan disaat dia akan diajak tidur bisa terjadi karena beberapa sebab Mungkin karena dia memang belum ngantuk, atau ada sesuatu hal lain yang menarik perhatiannya. Dan bisa saja itu terjadi karena ada mainan baru, kehadiran kerabat yang datang menginap di rumah kamu atau hal lainnya.

Dan tentunya kamu akan merasa kawatir jika bayi tak akan mendapatkan manfaat tidur bagi perkemabngannya karena kurangnya jadwal tidur siang. Akan tetapi bagi sebagian pengalaman para ibu, si bayi sangat peka denga apa yang dirasakan oleh si ibu. Mungkin saja si ibu sedang gelisah atau memikirkan suatu hal disaat dia mau menidurkan si kecil. Sehingga hal tersebut membuat detak jantung menjadi tidak teratur jika dibandingkan biasanya.

Bayi akan merasa tak nyaman karena perubahan dari tetak jantung ini dan membuatnya tak ingin tidur. Oleh sebab itu, silahkan pastikan terlebih dahulu bahwa kamu sudah bebas dari berbagai macam pikiran negatif disaat menidurkan si kecil, guna untuk membuat perasaan nyaman bagi dia. Dan jangan lupa ajak juga si kecil untuk berjalan-jalan atau bermain di sore harinya agar dia merasa lelah dan bisa tidur dengan cepat pada malam harinya.

Itu tadi beberapa informasi tentang manfaat tidur bersama bayi. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kamu dalam menemukan informasi yang sedang kamu cari. Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.

SUMBER :
https://nakita.grid*id/read/021596858/penting-tidur-seranjang-dengan-bayi-banyak-manfaatnya-jangan-ragu-lagi?page=all
https://wolipop.detik*com/parenting/d-1915224/6-manfaat-tidur-bersama-anak
https://id.theasianparent*com/spa-bayi-di-medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *