Penyebab Nyeri Dada

Tidak Selalu Jantung ! Yuk Kenali, 7 Penyebab Nyeri Dada Yang Kamu Alami

Posted on

7 Penyebab Nyeri Dada Selain Jantung – Sering kali, disaat dada seseorang merasakan rasa sakit, maka orang tersebut langsung menghubungkannya dengan gejala dari serangan jantung. Padahal rasa nyeri didada tidak selalu karena serangan jantung, sebab bisa saja kondisi-kondisi lain yang membuat rasa nyeri tersebut muncul. Salah satunya adalah karena paksaan pada otot dada untuk bergerak secara berlebihan, atau juga bisa dikarenakan hal-hal yang lebih serius lagi.

Satu hal yang pasti, jika kamu mengalami rasa nyeri pada dada, kamu tidak perlu mengetahui apa sebabnya, dan segeralah menghubungi dokter. Seorang ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota bernama Sharonne Hayes mengungkapkan

Baca Juga : Lakukan 6 Gerakan Sederhana Ini !! Agar Tubuhmu Tetap Bugar Saat “Ngantor”

Saya pernah tahu bahwa ada seorang yang meninggal, dan orang lain menyangka bahwa itu semua disebabkan oleh serangan jantung“.

Christine Jellis, MD, PhD, seorang ahli jantung dari Cleveland Clinic menambahkan “Sebagai seorang dokter, saya lebih suka untuk membiarkan orang mengetahui tentang kemungkinan penyakit yang mereka derita, dari pada harus datang terlambat dan sudah memiliki kerusakan yang permanen” Ungkap Jellis.

Lalu apa saja yang menjadi penyabab nyeri pada dada, selain penyakit jantung ? Yuk Lihat !

7 Penyabab Nyeri Dada Yang Bukan Serangan Jantung :

1. Refluks asam lambung

Mungkin sebagian dari kita pernah menyangka bahwa rasa nyeri dada yang timbul karena rufluks asam lambung adalah sebuah gejala serangan jantung. Namun padahal, refluks asam lambung atau Gastroesophageal terjadi disaat asam lambung sudah mulai naik ke kerongkongan seseorang, yakni pada tabung yang menghubungkan antara tenggorokan dengan perut kamu. Asam dari lambung sendiri sangatlah asam dengan kadar pH sekitar dua. Sehingga memberikan efek seperti sensai terbakar pada tulang dada kamu.

Baca Juga : Jangan Remehkan, 5 Biji-Bijian Ini “Mujarab” Untuk Jaga Kesehatan Jantungmu !

Jika kamu mengalami masalah ini, maka kamu tidak perlu kawatir. Hanya saja jika masalah refluks asam lambung ini terjadi sebanyak dua kali dalam seminggunya, maka bisa jadi kamu mengalami penyakit gastroesphageal reflux atau GERD. Dan apabila tidak diobati, maka penyakit GERD ini bisa menimbulkan masalah lainnya. Seperti dada sesak, asma dan juga kondisi bernama Barrett esophagus, dimana bisa memberikan peningkatan terhadap resiko dari jenis kanker langka.

2. Ketegangan otot

Disaat melakukan olahraga atau gerakan pada otot dada secara berlebihan, maka kamu bisa saja mengalami ketegangan pada otot dada. Rasa sakit akibat ketegangan pada area dada ini sering kali disalah artikan sebagai gejala serangan jantung. Penyataan ini juga sama seperti yang disampaikan oleh Jellis. Selain itu, disaat kamu melakukan penekanan pada dinding ada, maka akan menimbulkan rasa yang lumayan sakit. Dan hal ini disebabkan oleh adanya cedera muskuloskeletal, dan bukan dari serangan jantung.

3. Koskondritis

Diperkirakan sebanyak kurang lebih 13 hingga 36 persen dari orang dewasa, datang ke rungan gawat darurat untuk menyampaikan keluhan terhadap nyeri pada dada akut. Dimana masalah ini didiagnosa sebagai masalah kostokondritis. Kostokondritis sendiri merupakan sebuah kondisi, dimana inflamasi pada tulang rusuk mengalami pertemuan dengan tulang rawan. (Menurut jurnal American Family Physician 2009). Dan penyebab dari masalah kostokondritis ini sangatlah beragam dan bervariasi.

Baca Juga : Mengejutkan ! Ternyata 5 Makanan Ini Bisa Menjadi ‘Racun’ Saat Dimasak !

Mulai dari masalah cedera pada dada hingga disebabkan oleh infek bakteri. Biasanya orang-orang yang mengalami ini akan merasakan seperti sebuah tekanan pada dinding dadanya. Yang mana hampir mirip dengan tegang otot dada, serta didarah tersebut jika ditekan akan terasa lunak. Jika seandainya kamu mengalami masalah ini. Maka rasa sakit yang timbul bisa saja hilang dalam beberapa hari atau minggu. Dan kamu juga bisa mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit biasa, yang bisa ditemukan pada apotek, guna untuk meringankan nyerinya.

4. Herpes zoster

Virus yang bernama varicella-zoster menjadi penyabab dari penyakit cacar air yang biasanya diderita oleh anak-anak. Dan penyakit ini bisa aktif kembali pada saat bertahun-tahun sesudah si penderita dinyatakan sembuh. Dan biasanya virus jenis ini juga sering aktif pada orang yang memiliki usia 59 tahun atau lebih, dan menyebabkan terjadinya masalah herpes zoster. Gejala awal dari penyakit ini yaitu, rasa gatal dan panas seperti terbakar.

Dan rasa nyeri di bagian dada, dan inilah yang sering salah kira oleh banyak orang sebagai gejala serangan jantung. Beberapa hari selanjutnya, maka muncul gejala lainnya, yakni ruam dan kulit melepuh. Jika kamu memiliki gejala dari penyakit ini maka segeralah hubungi dokter. Obat antivirus akan membantu untuk mengurangi rasa sakit yang timbul, serta memperpendek durasi dari gejala penyakit ini. Namun obat ini hanya berefek dalam waktu 72 jam setelah ruam muncul. Jika sudah lewat, maka dokter akan memberikan resep obat lainnya.

5. Perikarditis

Jika kamu sedang dalam tahap ‘berjuang’ untuk melawan infeksi virus selama beberapa hari terakhir ini. Dan tiba-tiba muncul rasa nyeri tajam yang menusuk dada, maka mungkin saja ini gejala perikarditis. Yakni sebuah perangan pada lapusan jaringan yang mengelilingi hati seseorang. Infeksi pernafasan sering kali menjadi penyebabnya. Selain itu masalah gangguan pada autoimun yang disebabkan oleh lupus dan juga rheumatoid arthritis juga menjadi penyebab lainnya.

Baca Juga : Jangan Abaikan, 9 Jenis Rasa Sakit Ini Bisa Mengindikasikan Ada Masalah Serius Di Tubuhmu !

Walaupun penyakit perikarditis ini tergolong ‘jinak’ namun tetap saja mempengaryhi kualitas hidup kamu. Untuk diagnosanya, dokter akan melakukan peneriksaan CT scan, x-ray, atyau EKG. Setelah itu, proses pembersihhan dari penyakit perikarditis ini akan dilakukan, dan kamu akan diminta untuk istirahat selama beberapa hari atau minggu. Sekaligus mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti misalnya ibuprofen.

6. Pankeatitis

Rasa nyeri pada dada, tak selalu karena serangan jantung. Bukan berarti nyeri ini tidak berbahaya. Salah satunya yaitu penyakit pankreatitis. atau perangan yang mendadak akut pada area pankreas yang terletak di belakang dari perut kamu. Jika kamu mengalami gejala ini, dan terbukti menderita pankreatitis, maka kamu akan mendapatkan perawatan medis sesegeran mungkin, dan kamu harus tinggal di rumah sakit selama beberapa waktu. Sambil diberikan cairan IV, antibiotik dan juga obat-obat lainnya. Selain itu, dokter juga akan melakukan pengecekan dengan tes darah, CT scan tau USG perut dan lainnya.

7. Penyakit arteri koroner

Masalah arteri koroner atau juga disebut dengan coronary aertery desease (CAD) merupakan sebuah jenis dari penyakit jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak di area arteri yang memberikan pasokan darah ke jantung. Dengan tersumbatnya aliran darah ini, maka akan timbul rasa nyeri di dada. CAD sendiri bisa memberikan efek serangan jantung mandadak, dan juga berpotensi menyebabkan terjadinya aritmia dan juga gagal jantung.

Baca Juga : Sering Sakit Kepala Di Saat Hamil ? Yuk Kenali Alasannya

Jika seandainya kamu mengalami masalah nyeri pada dada, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan. Agar kamu dapat mengetahui dengan pasti, apakah itu serangan jantung atau tidak. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Sumber : Lifestyle.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *